Kenapa Ban Motor MotoGP Ditutupi Dulu Sebelum Dipakai Balapan?

Rezki Alif Pambudi - Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:30 WIB

Ban motor MotoGP ditutupi (Rezki Alif Pambudi - )

Hanya saja, menghangatkan ban dengan tyre warmer akan membuat pembalap lebih nyaman saat awal balapan.

(Baca Juga: Tembus Triliunan, Dana Formula E Jakarta Kok Makin Menggelembung)

Pemanasan ban yang sebenarnya itu bukan saat dipanaskan memakai tyre warmer, tapi saat melakukan warm-up lap.

"Dari hasil penelitian kami, penghangatan tidak berdampak pada grip, tapi bisa berfungsi saat warm up," kata Piero Taramasso seperti dikutip GridOto.com dari Motomatters.com.

"Jadi ban memang harus dipakai kira-kira 1 lap dulu untuk bisa panas. Banyak pembalap yang mengeluh grip ban di saat baru dipakai. Tapi itu bukan grip, itu hanya saat warm up, lap pertama atau lap kedua, mungkin kau harus menekan lebih lagi di 1 lap agar bannya dalam kondisi bagus," jelas Taramasso.

Jadi setelah itu, ban hanya membutuhkan setidaknya satu lap untuk bisa digunakan secara optimal.

Warmer hanya membuat ban berada di suhu yang sebenarnya bukan suhu optimalnya untuk bekerja dengan baik.

"Temperatur warmernya hanya 90 derajat Celcius. Padahal bannya hanya bekerja dengan bagus di atas 120 derajat," jelas Taramasso.

(Baca Juga: Cal Crutchlow Sebut Marc Marquez Seperti Pesulap Legendaris Houdini)

Ternyata tyre warmer juga menjadi pisau bermata dua. 

Kalau terlalu lama di warmer, ban bisa rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

"Mereka (tim) memasangnya di pagi lalu mematikannya di malam hari, begitu juga di hari berikutnya," sambungnya.

Dan setelah melebihi batas waktunya, biasanya Michelin akan menarik stoknya dari setiap tim.

Tyre warmer tidak hanya ada di MotoGP.

Ajang balap lain seperti Formula 1 juga memakai tyre warmer sebelum dipakai ngebut di atas trek.