Akhirnya Sadar, Fabio Quartararo Akui Bersalah Soal Insiden Baju Balap Terbuka di MotoGP Catalunya 2021

Nur Pramudito - Rabu, 9 Juni 2021 | 09:04 WIB

Akhirnya sadar, Fabio Quartararo akui bersalah soal insiden baju balap terbuka di MotoGP Catalunya 2021 (Nur Pramudito - )

OtoRace.id - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, akhirnya mengakui bahwa dia patut dihukum pada MotoGP Catalunya 2021.

Balapan seri ketujuh MotoGP Catalunya yang berlangsung di Sirkuit Catalunya pada Minggu (6/6/2021) berakhir buruk bagi Fabio Quartararo.

Fabio Quartararo mendapat dua hukuman penalti tiga detik yang membuat posisi finisnya turun dari ketiga menjadi keenam.

Tak sekadar hukuman, Quartararo juga menjadi bahan gunjingan karena aksinya berbahaya yang dilakukannya.

Baca Juga: Buang Pelindung Dada di MotoGP Catalunya 2021, Joan Mir Sebut Fabio Quartararo Layak Dihukum

Quartararo berlomba dengan kondisi ritsleting jaket terbuka lebar pada lima lap terakhir.

Bagian depan tubuh Quartararo benar-benar tidak terlindungi semenjak pelat pelindung dadanya juga terlepas di tengah balapan.

Kondisi tersebut membuat balapan berlangsung mencekam.

Lebih-lebih, Quartararo tetap memacu motornya dengan kecepatan tinggi demi mempertahankan posisinya.

Baca Juga: Casey Stoner Pun Setuju Fabio Quartararo Harus Diskualifikasi Karena Racing Suit Terbuka. Ini Alasannya

 

Sebagian besar pembalap menilai Quartararo seharusnya mendapat bendera hitam atau didiskualifikasi.

Namun, hukuman bagi Quartararo atas aksi berbahaya itu baru datang beberapa jam setelah balapan berakhir.

Namun, Quartararo tidak menampik bahwa tidak mudah bagi dia untuk mengakui kesalahannya.

Quartararo juga sepakat bahwa sudah sepantasnya ia mendapat bendera hitam atau didiskualifikasi.

Baca Juga: Usai Balapan MotoGP Catalunya 2021, Fabio Quartararo Dihukum Akibat Insiden Baju Balap Terbuka

"Sulit untuk mengakuinya, tetapi hukuman bagi saya adalah bendera hitam," kata Quartararo dikutip OtoRace.id dari The-Race.

"Saya menempatkan diri saya dalam bahaya, dan setelah peristiwa pekan lalu (kematian Jason Dupasquier) bendera hitam akan menjadi tindakan tepat," jelasnya.

Meski demikian, Quartararo masih tidak sepakat dengan hukuman pertama yang dia terima.

Quartararo merasa bahwa dia memotong tikungan karena motornya hampir terjatuh dan bukannya disengaja.

Baca Juga: Kronologi Baju Balap Fabio Quartararo Terbuka Jelang Akhir Balapan MotoGP Catalunya 2021

 

Quartararo juga mengkritik ketentuan bahwa dia harus melambat 1 detik untuk lolos dari penalti waktu yang lebih berat.

"Bagaimana bisa saya tahu bahwa saya cuma kehilangan 0,7 detik dan bukannya satu detik," ujar Quartararo.

"Ini sedikit konyol, tetapi saya setuju dengan hukuman kedua. Saya marah, tentu saja, tetapi ini lebih baik daripada mendapat poin nol," terangnya.

Quartararo berharap steward bisa lebih longgar dalam mengatur peraturan tentang batas trek.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Otorace (@otorace.1d)