Bos LCR Honda Ternyata Tahu Penyebab Valentino Rossi Terpuruk di MotoGP 2021

Nur Pramudito - Jumat, 16 Juli 2021 | 09:05 WIB

Bos LCR Honda mencoba menganalisa faktor yang membuat Valentino Rossi tampil terpuruk di MotoGP 2021 (Nur Pramudito - )

OtoRace.id - Manajer LCR Honda, Lucio Cecchinello, bongkar penyebab Valentino Rossi terpuruk di MotoGP 2021.

Valentino Rossi terakhir kali mencicipi naik podium tertinggi empat tahun silam tepatnya pada MotoGP Belanda 2017 lalu.

Performa buruk Valentino Rossi juga terjadi musim lalu, dimana ia meraih hasil terburuk sepanjang karier mentas di kelas MotoGP

Untuk pertama kalinya, pembalap 42 tahun itu terlempar dari posisi sepuluh besar di akhir kompetisi MotoGP 2020.

Baca Juga: Bos Petronas Yamaha SRT Sebut Franco Morbidelli Bisa Absen 4 Balapan Lagi di MotoGP 2021

Tak berhenti disitu, Valentino Rossi masih saja terpuruk di MotoGP 2021.

Dari sembilan balapan yang telah digelar, pembalap Petronas Yamaha SRT itu sudah lima kali gagal membawa pulang poin.

Alhasil, Rossi terpuruk di posisi ke-19 klasemen sementara dengan baru meraih 17 poin saja.

Rentetan hasil buruk yang dialami Valentino Rossi ini menyita perhatian Lucio Cecchinello.

Baca Juga: Bos Ducati Bongkar Penyebab Pembalap Alami Kecelakaan hingga Telan Korban Jiwa di MotoGP

Cecchinello mencoba menganalisa faktor yang membuat The Doctor terpuruk di MotoGP 2021.

Menurut pria Italia itu, Rossi tak mampu beradaptasi dengan gaya balap modern yang ditampilkan para kompetitornya.

"Setiap era memiliki gayanya sendiri dan Valentino Rossi saat ini sedang bersaing dengan anak-anak berusia 20 tahun," kata Cecchinello, dikutip OtoRace.id dari Tuttomotoriweb.

"Gaya balap telah berubah dan tidak mudah untuk beradaptasi," imbuhnya.

Baca Juga: Maverick Vinales Ungkap Satu Syarat Kepada Tim MotoGP yang Berminat Memboyongnya

Lucio Cecchinello kemudian menganalogikan kasus Rossi dengan final Euro 2020 antara Italia dengan Inggris.

Cecchinello menyebut Italia bakal gagal menjadi juara Eropa jika memainkan Rossi yang sudah berumur.

"Ini akan seperti mempekerjakan pesepakbola terbaik dari 20 tahun lalu untuk bermain di final Piala Eropa 2020 melawan Inggris," ujar Cecchinello.

"Kami tidak akan keluar sebagai pemenang karena cara bermain telah berubah," pungkas pemilik LCR Honda itu.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Otorace (@otorace.1d)