Bawa Ducati Berjaya, Luigi Dall'igna Curhat Pernah Dimusuhi saat Awal Bergabung

Nur Pramudito - Kamis, 23 Desember 2021 | 18:20 WIB

Tinggalkan Aprilia, Luigi Dall'Igna mengaku pernah dianggap sebagai musuh saat baru gabung Ducati MotoGP (Nur Pramudito - )

OtoRace.id - Luigi Dall'Igna terhitung sudah bergabung dengan Ducati Corse selama 8 tahun.

Pria yang akrab disapa Gigi tersebut bercerita bahwa pertama kali gabung merasa dimusuhi oleh rekan-rekan setimnya.

Gigi pindah dari Aprila ke Ducati pada 11 November 2013.

Dia menggantikan posisi Bernhard Gobmeier sebagai General Manager, yang kembali ke Jerman bekerja di Volkswagen Group.

Baca Juga: Ducati Tebar Ancaman Pada MotoGP 2022, Bos Repsol Honda Beri Komentar Menohok

Ducati diketahui melakukan debut MotoGP pada tahun 2003, kemudian merebut gelar juara dunia dengan Casey Stoner pada tahun 2007.

Itu jadi tahun terakhir buat Ducati keluar sebagai juara dunia.

Meski punya motor kompetitif di atas lintasan, tapi harus diakui bahwa tidak mudah untuk pebalap manapun menaklukkan ganasnya motor Ducati.

Oleh karenanya wajar jika Ducati sulit bersaing setelah kepergian Casey Stoner pada 2007.

Baca Juga: Jorge Martin Ungkap Rahasia Dirinya Cepat Jinakkan Motor Ducati di MotoGP, Hingga Cara Kerja Orang Jepang dan Italia

Musim perdana buat Gigi tak mudah lantaran dirinya bahkan dijutekin oleh rekan setimnya.

"Mereka melihat saya lebih sebagai musuh daripada bos," kata Gigi dikutip OtoRace.id dari Tuttomotoriweb.it.

"Artinya saya bisa mengelola orang dengan baik, perusahaan, yang menjadi fundamental di MotoGP saat ini. Saya orangnya keras kepala," sambungnya.

Bersama kendali di bawah Gigi, Ducati memang kerap membuat terobosan pada Desmosedici.

Baca Juga: Jorge Martin Ungkap Rahasia Dirinya Cepat Jinakkan Motor Ducati di MotoGP, Hingga Cara Kerja Orang Jepang dan Italia

Misalnya saja kemunculan winglet, wheel cover, pendingin swing arm di bagian bawah, holeshot device, hingga kotak di bagian belakang motor, yang dijuluki 'Salad Box'.

Memang dia belum bisa mendulang prestasi seperti Casey Stoner, yakni juara dunia.

Tapi dia bisa mengantarkan Ducati mendaptkan gelar konstruktor pada 2020 dan 2021, lalu runner up empat kali dengan rider Andrea Dovizioso dan Francesco Bagnaia.

Musim depan, Gigi yakin perpindahannya ke Ducati akan berbuah manis, yakni juara MotoGP 2022.

Baca Juga: Kehilangan Status Konsesi di MotoGP 2021, Jadi Alasan Performa KTM Mulai Melorot

Sebab Gigi sangat percaya dengan performa Francesco Bagnaia.

"Francesco Bagnaia sekarang adalah juara yang hebat. Hasilnya mengatakan demikian, karena ia telah memenangkan empat dari enam balapan terakhir," sambungnya.

"Saya kagum dengan peningkatannya, bahkan ketika tampaknya tidak mungkin. Saya akan mengatakan bahwa dia adalah salah satu penantang juara dunia MotoGP 2022," imbuhnya.

"Hanya satu yang akan menang, tetapi dia termasuk di antara mereka yang bisa menang," ujar Gigi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Otorace (@otorace.1d)