Marc Marquez Tuturkan Pujian dan Kritik Untuk Valentino Rossi di MotoGP 2022

Didit Abdillah - Rabu, 29 Desember 2021 | 10:00 WIB

Meski berseteru, Marc Marquez tak sungkan memberikan pujian bagi Valentino Rossi yang pensiun di akhir MotoGP 2021. (Didit Abdillah - )

OtoRace.id - Bukan sebuah rahasia kalau Marc Marquez dan Valentino Rossi berseteru dalam beberapa musim MotoGP. 

Mulai dari konflik Sepang Clash tahun 2015 hingga beberapa insiden di tahun 2018 yang membuat hubungannya kembali renggang. 

Meski sudah tidak akrab seperti era 2013-2014, rasa hormat kedua pembalap ini tidak pernah hilang. 

Kini Marc Marquez sedang menjalani masa penyembuhan untuk diplopia atau pengelihatan ganda akibat trauma kecelakaan. 

Baca Juga: Ingin Seperti Valentino Rossi, Fabio Quartararo Acuhkan Tawaran Dari Pabrikan Lain

Namun ia tetap meladeni wawancara dari Motorsport Total kala membahas kesehatannya dan berpendapat mengenai Valentino Rossi. 

"Saya akui kalau saya cukup terharu saat melihat Valentino Rossi menjalani balapan terakhir di Valencia, disayangkan saya tidak di sana. Saya bisa saja memeluknya," tutur Marc Marquez. 

"Valentino Rossi adalah sosok yang membesarkan MotoGP dan menjadi contoh bagi banyak pembalap, termasuk saya," imbuhnya. 

Baca Juga: Valentino Rossi Rela Pindah-pindah Paddock Untuk Menengok Semua Muridnya

Baca Juga: Johann Zarco Sudah Ada Tawaran Untuk MotoGP 2023, Bos Pramac Ogah Lepas

"Walaupun sudah pensiun, saya rasa tidak akan ada perubahan dari sisi penggemar. Para penonton baju kuning dengan nomor 46 akan tetap banyak di sirkuit, termasuk Italia," lanjut pembalap Spanyol itu. 

Meski sudah menuturkan banyak rasa hormat dan pujian, Marc Marquez menyayangkan pilihan Valentino Rossi yang ingin fokus di balap ketahanan. 

Menurutnya ia sudah punya waktu luang yang lebih banyak dan akan punya tim di MotoGP, sehingga lebih baik memberikan nasehat yang bisa membangun tim dan pembalap Italia. 

"Tentu untuk pensiun bagi seorang The Doctor adalah pilihan yang berat, hanya saja banyak pembalap muda dan tim yang butuh sosoknya," tutup pembalap 28 tahun itu.