OtoRace.id - Dua tahun sudah Yamaha Sunday Race tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19.
Pun demikian dengan kompetisi balap motor lainnya yant membuat para pembalap harus kembali beradaptasi.
Salah satunya juga karena faktor aspal sirkuit Sentul yang kondisinya berubah drastis jika dibandingkan dengan 2019, kala jadwal balapan masih normal setiap akhir pekan.
Kontur permukaan sirkuit Sentul kini bergelombang, banyak aspal yang terkelupas juga beberapa tambalan semen yang searah dengan racing line.
"Sekarang balapan di Sentul harus lebih fokus, bukan fokus pada racing line dan titik pengreman saja," ujar Rey Ratukore selepas balapan kelas R25 Pro.
"Tapi juga fokus pada bagian aspal yang rusak karena kalau tidak, bisa terjatuh," imbuh pembalap Yamaha TDR Cargloss SJCRT tersebut.
Pun dengan Galang Hendra yang akhirnya kembali berkompetisi di Indonesia setelah fokus di Eropa pada beberapa tahun terakhir.
Balapan di sirkuit kelas dunia yang permukaannya mulus, jelas menjadi sebuah perbedaan drastis saat kembali berkiprah di Sentul.
"Faktor aspal itu penting karena dengan sirkuit yang berkualitas juga menghasilkan pembalap yang berkualitas," tegas Galang Hendra.
Baca Juga: Gara-gara Hal Ini, Jack Miller Dihukum Long Lap Penalty di MotoGP Jerman 2022
"Tentu jadi perbedaan besar kalau pembandingnya dengan sirkuit di Eropa," tutup Galang Hendra yang kini membela Yamaha HDS Racing.
Sirkuit Aspal sentul baru diaspal ulang pada tahun 2020 dan setelah itu absen panjang karena pandemi.
Selain itu juga membuat aspal menjadi berdebu, serta kualitas aspal yang dinilai kurang begitu mumpuni.