Bos Aston Martin Red Bull Racing Amati Kelemahan Scuderia Ferrari

Didit Abdillah - Kamis, 28 Maret 2019 | 13:30 WIB

Mobil Ferrari SF90 punya kekurangan saat balapan di F1 Australia (Didit Abdillah - )

(Baca Juga : Jelang F2 Bahrain: Sean Gelael Harus Punya Pembuktian Demi Indonesia)

"Sayap depan itu salah satu titik paling krusial di mobil F1, nah Ferrari nampak tidak serius menanggapinya. Makanya ia tidak punya kestabilan yang baik seperti mobil tahun lalu," Marko menjelaskan. 

Marko pun menginginkan performa Ferrari kembali membaik untuk seri kedua di Bahrain akhir pekan ini (31/3). 

Jika tidak, maka akan berdampak tidak ada perlawanan dan pengembangan lanjutan bagi trisula F1 yaitu Ferrari, Red Bull Racing, dan Mercedes.

Semoga F1 Bahrain mempertontonkan balapan yang menarik ya.

 

Valtteri Bottas mampu menjadi Juara di gelaran F1 2019 seri perdana di Australia. - Kemenangan @valtteribottas merupakan kemenangan manis setelah terakhir kali dirinya menang di Abu Dhabi 2017. - Bottas mampu mengalahkan pembalap lainnya, bahkan dari rekan setimnya di @mercedesamgf1 @lewishamilton dengan gap finish lebih dari 20 detik. - Simak artikel lengkapnya di www.otorace.id (klik link bio) - #valtteribottas #77 #mercedes #mercedesamgf1 #finland #formula1 #f1 #pirelli #australia #ferrari #lewishamilton #sebastianvettel #otoraceid #otorace #gridoto #f1fans #petronas

A post shared by Otorace.id (@otorace.id) on