Selain M. Fadli, Ini Pembalap yang Mengalami Kecelakaan Keras dan Tetap Bangkit, Salut!

Didit Abdillah - Sabtu, 30 Januari 2021 | 12:06 WIB

M. Fadli Imammudin bangkit dari masa sulit dan kini kembali jadi macan Asia di kancah Paracycling (Didit Abdillah - )

Baca Juga: Deadline Juni! Sirkuit Mandalika Jadi Satu-satunya Cadangan di MotoGP 2021, Mimpi Gelar MotoGP Indonesia Terbuka Lebar?

"Senyumnya itu tak ternilai, dia memiliki bakat dan bisa saja mengalahkan saya. Kariernya berhenti, semangatnya tidak. Itu yang bisa dijadikan contoh," tutur Hamilton mengapresiasi.

Bahkan ia kini kembali ke kompetisi F3 Eropa dengan modifikasi mobil yang diizinkan, sehingga tungkai pedal gas yang lebih panjang. 

IG @billymongerracing
Pakai kaki palsu, Billy Monger tetap berlatih fisik

Ambisi besar Billy Monger membuatnya kini sudah kembali balapan secara reguler dan terus berlatih fisik. 

Kansnya untuk ke F1 memang tidak sebesar dulu, tapi kerap menjadi tamu kehormatan setiap F1 Inggris dan F1 Italia. 

3. Alex Zanardi

Independent Co Uk
Alex Zanardi kini fokus pada balap sepeda tangan di olimpiada dan berbagai kompetisi bergengsi lainnya.


Dari kedua pembalap sebelumnya, Alex Zanardi adalah yang paling senior.

Alex Zanardi merupakan mantan pembalap F1 pada tahun 1991-1994 dan 1999.

Prestasinya yang tidak begitu cemerlang membuatnya hijrah ke ajang balap CART (Championship Auto Racing Team), kalau sekarang dikenal dengan Indy Car di Amerika Serikat pada 1996-1998 dan 2001.

Di tahun terakhirnya itu menjadi tahun paling nahas bagi Alex Zanardi.

Saat itu 15 September 2001 di EuroSpeedway Lausitz. Zanardi start dari paling belakang dan berhasil masuk ke posisi terdepan.

Baca Juga: Ditinggal Davide Brivio Menyebrang ke Formula 1, Legenda MotoGP Kevin Schwantz Tawarkan Bantuan ke Suzuki, Tapi..

Di penghujung lap, ia mengganti ban dan ternyata ban itu masih terlalu dingin dan membuatnya kehilangan traksi.

Alex Zanardi kesulitan mengendalikan mobilnya langsung dihantam dari sisi kiri, tepat di monokok mobil, lokasi kedua kakinya.

Kaki sekitar lututnya langsung terhempas di lokasi kejadian dan pembalap veteran asal Italia itu sempat kehilangan tiga perempat darah di tubuhnya.

Setelah operasi yang panjang, hanya butuh waktu 4 tahun setelah insinden mengerikan tersebut, Zanardi langsung kembali berkompetisi di WTCC (World Touring Car Championship).