Ini Dia 5 Selebrasi Gagal yang Pernah Dialami Pembalap MotoGP

Didit Abdillah - Kamis, 11 Juni 2020 | 12:00 WIB

Menancapkan bendera 'Lorenzo's Land' adalah selebrasi khas dari Jorge Lorenzo. (Didit Abdillah - )

OtoRace.id - Setiap meraih kemenangan atau gelar juara dunia, para pembalap MotoGP jelas akan melakukan selebrasi kemenangan. 

Ada cara khusus yang dilakukan pembalap jika mereka meraih kemenangan. 

Mulai dari hanya sekadar ekspresi emosi, tradisi, atau selebrasi yang memang sudah disiapkan sendiri. 

Namun tak semua selebrasi itu berjalan mulus, beberapa selebrasi pun justru tak sesuai ekspektasi. 

Meski begitu tetap menjadi hal yang lucu jika dikenang dari pembalap MotoGP tersebut. 

Baca Juga: Saking Bangkrutnya, Williams Racing Bahkan Akan Dibeli Oleh Pembalapnya Sendiri

1. Jorge Lorenzo, Spanyol 2011

Kemenangan di Spanyol memang selalu spesial bagi Jorge Lorenzo di negara asalnya. 

Saat itu balapan di sirkuit Jerez, Jorge Lorenzo menang telak dengan jarak 19,3 detik dari Dani Pedrosa di posisi kedua. 

Kemenangan yang absolut ini membuatnya ingin berselebrasi di danau buatan sirkuit Jerez.

Selebrasi yang sama ia lakukan di Jerez tahun 2010, tetapi di 2011 ia sudah tergelincir sebelum mendekati danau buatan tersebut. 

Alhasil selebrasi yang dinilai keren justru berbuah gelak tawa bagi fans dan fotografer di sekitarnya. 

Baca Juga: Terungkap Cerita Sesungguhnya Mengapa Marc Marquez Kontrak 4 Tahun Dengan Honda

Baca Juga: BREAKING NEWS: Resmi! MotoGP Italia 2020 Batal Digelar di Sirkuit Mugello

2. Alex Rins, Rep. Ceko 2014

Brno 2014 mungkin akan jadi momen yang tidak dilupakan oleh Alex Rins. 

Saat itu ia masih di kelas Moto3 dengan tim EG 0,0 Marc VDS. 

Alex Rins yang di posisi pertama, langsung berselebrasi setelah melintas garis finish, padahal itu baru masuk ke lap terakhir. 

Karena terlalu senang ia tidak membaca lap board timnya dan harus kehilangan posisi depan. 

Meski bisa mengoreksi, pembalap yang kini bernaung di Team Suzuki Ecstar itu harus finish di posisi 9 karena tidak mengejar rombongan depan. 

Hal yang sama ia lakukan di tahun 2019 kala di Silverstone, Inggris. 

Ia sempat berselebrasi dini, tetapi karena jarak cukup jauh dari Marc Marquez, ia masih bisa menang tipis. 

 3. Jorge Lorenzo, Spanyol 2015

Masih tentang selebrasi Jorge Lorenzo di sirkuit Jerez, kali ini tidak dengan danau buatannya. 

Menancapkan bendera bertuliskan Lorenzo's Land atau Tanah Lorenzo adalah selebrasi yang khas baginya. 

Namun bendera tidak tertancap sempurna di run off sirkuit Jerez pada tahun 2015. 

Alhasil bendera dibiarkan olehnya tergeletak di tepi jalan karena sama sekali tidak tertancap. 

 Baca Juga: Karir Andrea Iannone Sebagai Pembalap Bisa Tamat Dengan Penambahan Hukuman 4 Tahun

Baca Juga: Bos Aprilia Ungkap Perjuangan Keras Untuk Perpanjang Kontrak Aleix Espargaro

4. Francesco Bagnaia, Malaysia 2018

Selebrasi paling anti-mainstream dilakukan Francesco Bagnaia saat merayakan gelar juara dunia Moto2 pada tahun 2018. 

Gelar tersebut ia raih saat di Sepang, Malaysia. Semua kru SKY Racing Team VR46 membawakan boks besar. 

Ternyata boks tersebut berisikan motor lain dengan livery emas, wearpack emas, helm dan racing suit motif emas, bukti sebuah gelar juara. 

Eh ternyata motor khusus itu malah bermasalah dan tidak bisa menyala. 

Alhasil Bagnaia harus didorong oleh krunya untuk menuju parc ferme sambil menyapa para penonton.

Baca Juga: Fans MotoGP Wajib Tahu! 5 Pembalap yang Berhasil Raih Gelar Juara Dunia di Era MotoGP 

5. Marc Marquez, Jepang 2018

Selebrasi juara dunia nampaknya memang sesuatu yang selalu dilakukan Marc Marquez dalam 4 tahun terakhir. 

Namun pada tahun 2018 jadi salah satu yang diingat oleh pembalap Repsol Honda Team itu. 

Ia didatangi oleh Scott Redding dan memeluknya, namun tepukan dari Scott Reding ke Marc Marquez terlalu kencang sampai membuatnya terjatuh. 

Marc Marquez langsung mengalami dislokasi bahu kiri dan mendapatkan pertolongan pertama di tepi lintasan. 

Beruntung kondisinya masih bisa diselamatkan, sehingga tetap melanjutkan selebrasi. 

Meskipun beberapa hari kemudian langsung menjalani operasi. 

Scott Redding pun meminta maaf secara personal setelah balapan karena ia tidak sengaja melakukannya. 

Karena terlalu senang melihat temannya itu menjadi juara dunia. 

Baca Juga: Mercedes F1 Praktekan Protokol Kesehatan Saat Tes F1 di Sirkuit Silverstone

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

WAAHHH.. Rossi dari dulu memang sering melakukan selebrasi drama.. Tingkahnya dinilai menjadi strategi marketing terbaik bagi MotoGP.. - Simak berita seputar balap di website OtoRace.id (klik link di bio) - #motogp #worldchampion #valentinorossi #vr46 #rossifumi #marcmarquez #marcmarquez93 #jorgelorenzo #jorgelorenzo99 #andreadovizioso #desmodovi #alexrins #yamaha #honda #suzuki #monsterenergy #redbull #oneheart #semakindidepan #missionwinnow #danilopetrucci #danipedrosa #motorplus #gridoto #otorace #otoraceid #stayathome #dirumahaja #berbagicerita #ngopreksantuy

Sebuah kiriman dibagikan oleh Otorace (@otorace.1d) pada