Tekanan Angin Ban Motor MotoGP Beda Enggak Dengan Motor Harian, Kenapa Gak Pakai Nitrogen?

Didit Abdillah - Kamis, 29 Juli 2021 | 12:02 WIB

Tekanan angin di ban MotoGP harus presisini karena berpengaruh pada performa pembalap di lintasan. (Didit Abdillah - )

Baca Juga: Resmi, Cal Crutchlow Gantikan Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT Untuk Tiga Seri MotoGP 2021

Lalu udara yang digunakan adalah udara kering atau dry air. Sekilas jika dirasa akan mirip tekanan angin biasa yang sering kita jumpai. 

Hanya saja dry air yang digunakan di MotoGP sudah melalui beberapa proses, sehingga udaranya tidak lagi mengandung air yang bisa merusak komponen ban. 

Kenapa tidak menggunakan Nitrogen? Beberapa tahun lalu Nitrogen memang digunakan untuk kancah MotoGP dan F1, tetapi sekarang tidak lagi. 

Nitrogen punya karakter yang dingin, sehingga ban sulit untuk mencapai suhu tertentu jika menggunakan Nitrogen. 

Baca Juga: Jack Miller Tegaskan Tidak Ingin Terjatuh Lagi di Paruh Kedua MotoGP 2021

Apalagi, ban MotoGP butuh mencapai 100 derajat Celcius untuk ban depan dan 120 derajat Celcius untuk ban belakang dengan cepat namun stabil di akhir.

Kalau pakai Nitrogen, butuh berjam-jam ban diselimuti dengan tyre warmer agar mendapatkan suhu tersebut.