Pakai Doping Biar Makin Kekar, Kok Berat Badan Andrea Iannone Kok Malah Turun?

Rezki Alif Pambudi - Jumat, 20 Desember 2019 | 15:00 WIB
Andrea Iannone
MotoGP.com
Andrea Iannone

OtoRace.id - Andrea Iannone terkena skandal pemakaian doping yang mengganggu karirnya di ajang balap MotoGP musim depan.

Sampel urin Andrea Iannone yang dites bulan November lalu di Sepang, terbukti positif mengandung steroid anabolik.

Kini, Iannone lewat kuasa hukumnya, Antonio De Rensis, bersama dengan konsultan kesehatannya, Prof. Alberto Salomone dari Universitas Turin, mengajukan analisis kembali dengan sampel urin lainnya (sampel B) yang diambil pada saat yang sama di Sepang.

Iannone harus menunggu sampai 7 Januari 2020 untuk tes di laboratorium sama yang terakditasi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) di Dresden, Jerman.

Daripada Fabio Quartararo, Yamaha Lebih Baik Dengarkan Maverick Vinales

Ada kabar bahwa kandungan yang ada di urin Iannone adalah Drostanolone, steroid anabolik androgenik yang digunakan untuk kanker payudara, tapi juga digunakan dalam bodybuilding.

Drostanolone berfungsi untuk menambah massa otot alias membuat tubuh lebih kekar.

Dilansir OtoRace.id dari Corsedimoto.com, bukannya naik berat badannya, Iannone malah kedapatan turun berat badannya.

Selama musim 2019, Iannone turun 7 kg dari latihan di gym.

Sang pembalap dikenal cukup rutin latihan di gym.

Valentino Rossi dan Marc Marquez Terlibat Dalam Perdebatan Mencari Ahli Strategi Terbaik di MotoGP

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Eka Budhiansyah
Sumber : Corsedimoto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa