Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Telak-telak Bos RNF Racing Sebut Pabrikan Yamaha Bakal Sulit Cari Tim Satelit di MotoGP, Ini Alasannya

Nur Pramudito - Senin, 12 Desember 2022 | 21:45 WIB
Bos RNF Racing, Razlan Razali menilai pabrikan Yamaha harus mengubah sikap jika ingin mendapat tim satelit di MotoGP
MotoGP
Bos RNF Racing, Razlan Razali menilai pabrikan Yamaha harus mengubah sikap jika ingin mendapat tim satelit di MotoGP
OtoRace.id - Bos RNF Racing, Razlan Razali menyarankan pabrikan Yamaha untuk mengubah sikap jika ingin dapat tim satelit di MotoGP.
 
Razlan Razali menyebut khawatir dengan tawaran kontrak satu musim sebagai tim satelit yang diberikan oleh Yamaha untuk MotoGP 2023.
 
Namun, RNF Racing tak memperpanjang kerjasamanya dengan Yamaha sebagai tim satelit untuk MotoGP 2023.
 
RNF Racing memutuskan bergabung ke pabrikan Aprilia untuk menjadi tim satelit di MotoGP 2023.
 
Ternyata perpecahan RNF Racing dengan Yamaha nyatanya sudah tercium sejak MotoGP 2021.

Razlan Razali menyebut jika RNF Racing berada di puncak kejuaraan balap motor dan MotoGP merupakan sebuah bisnis.

Dia pun menjelaskan bahwa setiap tim dan sponsor membutuhkan kontrak jangka panjang untuk membangun kerja sama.

"MotoGP adalah bisnis besar, kami (RNF) berada di puncak kejuaraan dunia sepeda motor," kata Razali OtoRace.id dari GPOne. 

"Jadi butuh rencana jangka panjang, strategi jangka panjang untuk sponsor, marketing, apapun," sambung Razali.

Baca Juga: Pakai Motor Aprilia, Tim RNF Racing Yakin Bakal Kompetitif di MotoGP 2023

Razali lantas mengaku menerima RNF mendapatkan kontrak satu tahun bersama Yamaha, tetapi dia merasa timnya layak mendapatkan perpanjangan usai menujukan performa bagus di pertengahan musim.

Dia mengaku jika banyak pihak menanyakan keputusan Yamaha yang tak memberikan kontrak jangka panjang.

"Saya dapat menerima bahwa 2022 hanya satu tahun, karena berbagai keadaan, tetapi saya percaya bahwa di pertengahan tahun kami menunjukkan bahwa kami telah melakukannya dengan baik," terangnya.

"Jadi orang bertanya-tanya mengapa mereka tidak meminta saya diberikan multi-tahun kesepakatan," ucapnya.

Terlepas dari itu, Razali masih yakin jika Lin Jarvis akan mencari solusi mengenai permasalahan Yamaha untuk segera mendapatkan tim satelit baru.

"Bisa dipastikan bahwa ambisi ini akan diungkapkan kepada Lin Jarvis saat dia menjelajahi paddock untuk mencari solusi untuk menempatkan dua Yamaha lagi di grid," imbuhnya. 

"Pada level ini juga, orang Jepang harus mengubah mentalitas mereka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Razali mengungkap bahwa Aprilia memperlakukan tim satelit sebagai mitra bukan klien. 

"Aprilia ingin kami mengalahkan mereka, senang mendengarnya. Ini bukan hubungan antar klien, tapi kemitraan, inilah yang saya cari selama ini," pungkasnya. 
 
 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Otorace (@otorace.1d)

Editor : Eka Budhiansyah
Sumber : GPOne.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa