Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Yamaha 125Z Ini Menang Jarak Sekebon Pakai CDI Dari Australia

Didit Abdillah - Selasa, 26 Maret 2019 | 14:00 WIB
Yamaha 125Z besutan Willy Hammer tak terkejar di sirkuit Gery Mang, Subang, Jabar
Indra/M+
Yamaha 125Z besutan Willy Hammer tak terkejar di sirkuit Gery Mang, Subang, Jabar

OtoRace.id - Di race pertama dan kedua kelas Underbone 125 cc Mix Engine Open ajang Daytona Indoclub Championship seri kedua (24/3) Yamaha 125Z pacuan Wilman Hammar atau biasa disapa Willy Hammer ini tidak terkejar.

Ini menjadi bukti kematangan setup dari motor yang menang telak di sirkuit Gery Mang, Subang, Jabar itu. 

Yamaha 125Z tim Denso Growing Rich ini mampu mencatatkan best time 56,882 detik.

Penasaran dengan speknya? Mari kita bedah.

(Baca Juga : Tanpa Wawan Wello, Ini Hasil Daytona Indoclub Championship 2019 Subang)

Pertama, motor ini menggunakan piston keluaran ART dengan diameter 54 mm.

Jarak mendem piston ke bibir blok saat TMA (Titik Mati Atas) sebanyak 0,7 mm.

Setelah itu, lubang exhaust enggak luput dari korekan mekanik, "Lubang exhaustnya dibikin lebar 42 mm dengan tinggi 25,8 mm," buka Mithayanto SP dari Fastech.

Volume head silindernya, dibikin 10,8 cc dan lebar squish dibikin 7 mm dengan sudut 13 derajat.

(Baca Juga : Banyak Pembalap Kena Denda di Formula E China, Ini Alasannya!)

(Baca Juga : Astaga! Jelang MotoGP Argentina, Andrea Dovizioso Bongkar Kelemahan Ducati)

"Untuk mengabut bahan bakar, digunakan karburator berukuran 28 mm keluaran Mikuni. Pilot jetnya berukuran 25 dengan main jet berukuran 260," tambah Antok, sapaan akrabnya.

Supaya hasil gas buang semakin lancar, digunakan knalpot keluaran SMR.

"Rasio transmisinya juga diubah, gigi I (15/30), gigi II (21/31), gigi III (20/25), gigi IV (22/24), gigi V (23/23), gigi VI (27/25). Untuk final girnya menggunakan kombinasi 12-48 mata," lanjutnya.

Selain racikan mesin, motor ini juga punya pengapian yang istimewa."Saya pakai CDI Vortex, mungkin beberapa tim punya, tapi tidak dipasang karena belum ketemu atau terkendala dengan cara settingnya," beber Antok.

(Baca Juga : Wow! Seri Kedua Daytona Indoclub Championship 2019 Pakai Regulasi WSBK)

CDI ini, buatan Australia Bro!

"Nah buat yang kesulitan, saya siap bantu tim yang mau memprogram kurva Vortex-nya. Bahkan jika ingin sekalian mensetup ulang kuda pacunya kembali, kami juga siap," bilang pria yang bermarkas di Sleman, Yogyakarta.

Editor : Eka Budhiansyah

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa