OtoRace.id - F1 2020 sudah digelar empat seri di Austria, Stiria, Hungaria, dan Inggris.
Akhir pekan ini (7-9/8) F1 akan kembali digelar di sirkuit Silverstone, Inggris dengan nama F1 70th Anniversary.
Balapan belum dimulai, tetapi Scuderia Ferrari F1 Team sudah mengalami sakit kepala.
Hal ini karena mereka sudah menghitung kerugian dari pendapatan mereka jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Baca Juga: Takaaki Nakagami Dibekali Data Telemetri Marc Marquez Untuk Kompetitif di MotoGP Ceko 2020
Dilansir dari GP Fans, tahun lalu Scuderia Ferrari F1 Team bisa mendapatkan pendapatan sebesar 984 juta Euro semusim dan sekarang hanya 517 juta Euro.
Yang artinya, pendapatan tim asal Maranello, Italia itu berkurang 413 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun (kurs Rp 17.295 per 6 Agustus) jika dibandingkan 5 seri pertama F1 2019.
"Tidak adanya penonton di sirkuit membuat penjualan merchandise kami berkurang, penjualan via online pun tidak begitu besar," ujar Louis Camilleri, CEO Scuderia Ferrari.
"Kami juga kekurangan pemasukan dari sponsorship karena hanya berkompetisi di Eropa saja, sedangkan mereka banyak datang dari Amerika dan Asia," lanjutnya.
Baca Juga: Panjang! Marc Marquez Diperkirakan Baru Bisa Balap di MotoGP San Marino, Absen Tiga Seri Ke Depan?
"Ini adalah kerugian terbesar yang kami rasakan sejak berkiprah di F1. Sekarang kami hanya perlu mencari sponsor tambahan di Eropa agar finansial kami lebih stabil," Louis Camilleri menambahkan.
Belum lagi kerugian bertambah jika pembalap mereka, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel mengalami kecelakaan.
Kerugian secara teknis ini bisa membuat finansial jadi terganggu, sehingga Louis Camillersi berharap kedua pembalapnya bisa meminimalisir kecelakaan.
Wah, besar juga 'kerugian' Ferrari ya!
Baca Juga: Biar Gak 'Kudet', Nih Istilah Balap di MotoGP dan Road Race Lainnya
Editor | : | Eka Budhiansyah |
Sumber | : | GP Fans |
KOMENTAR