Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Balap Nasional

Efek Pandemi, ART Jogjakarta Sayangkan Veda Ega Seharusnya Sudah Balap di CEV Moto3

Didit Abdillah - Senin, 27 Juni 2022 | 08:08 WIB
Veda Ega Pratama, tahun ini fokus debut di Asia Talent Cup (ATC) dan sudah satu kali meraih podium di Qatar dan Mandalika.
AHRT
Veda Ega Pratama, tahun ini fokus debut di Asia Talent Cup (ATC) dan sudah satu kali meraih podium di Qatar dan Mandalika.

OtoRace.id - Salah satu talent muda Indonesia di kancah balap motor, Veda Ega Pratama kini sedang berkiprah di Asia Talent Cup (ATC). 

Ia sudah meraih satu kali podium pada balapan di Qatar sebagai seri pembuka ATC 2022. 

Veda Ega Pratama juga selalu tampil kompetitif pada setiap balapannya, sehingga memang punya proyeksi yang cukup luas mengenai masa depannya. 

Hal ini dibahas oleh Bos ART Jogjakarta, Rudy Hadinata yang memang membina Veda Ega Pratama sedari kecil. 

Sejak 2019, Veda Ega memang sudah berkiprah bersama ART Jogjakarta di kelas Beginner dan ia diboyong ke Thailand Talent Cup (TTC) untuk tahun 2020. 

Veda Ega Pratama berhasil bawa bendera merah putih berkibar pada ATC Qatar balapan kedua. Ia meraih podium ketiga di persaingan ketat.
ATC
Veda Ega Pratama berhasil bawa bendera merah putih berkibar pada ATC Qatar balapan kedua. Ia meraih podium ketiga di persaingan ketat.

Namun karena pandemi Covid-19, ia tidak bisa menjalani balapan semerek Honda NSF250R di Thailand itu. 

"Makanya pandemi ini cukup mengganggu dalam proses penjenjangan karena balapannya berhenti, tapi kan usia pembalapnya bertambah terus," tutur Rudy Hadinata. 

"Veda Ega kalau lancar sejak 2020 udah TTC, 2021 di ATC, seharusnya bisa lah tahun 2022 ini sudah di CEV Moto3 (sekarang FIM Junior GP)," lanjutnya. 

"Atau kalau tahun ini masih di ATC pun bisa kejar gelar juara Asia, supaya tahun depan bisa langsung ke Eropa," Rudy Hadinata menambahkan. 

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bisa Bikin Marc Marquez Tersenyum Lebar Jika Melihat Aksi Penyelamatan di ATC Qatar 2022

 

Para senior Veda Ega Pratama seperti Dheyo Wahyu, Herlian Dandi, dan Herjun Atna Firdaus pun mendapatkan perhatian. 

Mereka tidak berkesempatan balap secara maksimal di ATC, sehingga menggangu konsistensi performanya. 

"Iya kaya Dandi sama Dheyo, harusnya mereka juga bisa podium kalau dua tahun sudah di ATC, sekarang kan jadi bingung balapan di mana," timpalnya. 

Herjun Atna Firdaus pun sekarang fokus di ARRC AP250 karena secara usia tak mungkin untuk diboyong ke Eropa. 

Pembalap Indonesia lainnya yang berkiprah di FIM Junior GP Mooto3 adala Fadillah Arbi Aditama yang juga lulusan ATC 2021. 

Baca Juga: Tren Baru Mekanik Balap Indonesia Pakai Headset Saat Kerja, Ini Fungsinya

 

Editor : Eka Budhiansyah

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa